Rabu, 16 Mei 2012

Dunia memang penuh dengan anomali kehidupan yang terkadang sulit
dipahami oleh akal. Salah satunya adalah PERASAAN PEREMPUAN.

Perasaan perempuan itu seperti apa sih?

Lembut, keras, tegas, ragu-ragu, dan berbagai rupa rasa lainnya.
Perasaan peremuan inilah yang menjadi misteri sepanjang zaman.

Sesama perempuan saja kadang-kadang saling sebal karena sangat
sulit memahami perasaan perempuan lainnya. Pertengkaran sering
terjadi hanya karena masalah sepele. Laki-laki pun tidak kalah
bingungnya bila sudah menyangkut masalah perasaan perempuan.

Perempuan begitu memperhatikan hal detil. Ada yang salah sedikit
dengan alisnya atau sepatunya, atau kulitnya menjadi sedikit belang
setelah berenang, dia bisa terus khawatir dan ngomel seharian.

Padahal, bila ditanya pada laki-laki, apakah mereka memperhatikan
apa yang sering diperhatikan perempuan bila ingin menarik perhatian
laki-laki? Apa jawab mereka? Ternyata laki-laki tidak terlalu
perhatian dengan hal yang selama ini menjadi perhatian perempuan. :-)

Satu lagi, perempuan suka pamer. Perasaannya akan berbunga-bunga
beraneka warna kalau sudah dipuja-puji. Oleh karena itu, pakaian
seksi yang terbuka di sana sini pun dipakai demi meraih setitik
pujian. Padahal, banyak laki-laki justru penasaran kalau melihat
wanita manis tapi berbalut pakaian yang tertutup.

Ken Arok bisa tergila-gila dengan Ken Dedes, bukan karena Ken Dedes
berpakaian maha seksi, tapi hanya karena melihat betis Ken Dedes
'sekilas' tertiup angin. Bayangkan, hanya sekilas saja sudah bisa
membuat Ken Arok melakukan begitu banyak hal demi mendapatkan Ken
Dedes. Sementara Ken Dedes bukanlah seorang perawan ketika itu. Dia
adalah istri Tunggul Ametung, dan sedang mengandung anak Tunggu
Ametung.

Perempuan oh perempuan... mereka memang spesial :-)

Banyak laki-laki sering bertanya "Tidak mengerti saya apa maunya,
jadi saya harus gimana?"


Nih, saya kasih tips, bagaimana cara memahami dan berkompromi
dengan perasaan perempuan:

  1. Perempuan suka didengarkan. Jadi kalau dia sedang marah,
    dengarkan saja. Kalau diladeni, tujuh hari tujuh malam, dia tahan
    bertengkar!
  2. Perempuan suka dilembuti. Jangan pernah sekali-kali kasar pada
    perempuan karena perempuan bisa menjadi lebih kasar.
  3. Perempuan suka diberi kejutan-kejutan kecil. Tidak harus memberi
    emas berlian pada sang istri, cukup kecupan mesra di kening tapi
    penuh cinta nan lembut.
  4. Sentuhlah perempuan dengan kasih yang sesungguhnya. Kasih ini
    akan membuat perempuan memberikan cinta yang lebih.
  5. Berikan perhatian setiap saat. Ketika tidur pun sebenarnya
    perempuan ingin diperhatikan. Ketersipuannya menandakan rasa
    senangnya diperhatikan.
  6. Kirim selalu kata-kata mesra nan menggoda. Walau kata-kata
    cinta terasa biasa, tidak bagi perempuan. Kata-kata "Aku kangen
    kamu sayang
    ", atau "Sehari tanpa mendengar suaramu, aku bisa gila",
    atau "Hanya kamu yang membuatku tergila-gila", sudah cukup membuat
    hati perempuan melambung ke langit tuju. Menggetarkan relung-relung
    hati dan jiwanya.
Perempuan memang unik dan special. Sayangi dia, dan Anda akan
mendapatkan ribuan kali lipat cintanya. :-)

Selamat Hari Kartini!

Anne Ahira - AsianBrain.com
Manakala Hidupmu Tampak Susah Untuk Dijalani...
 
Seorang professor berdiri di depan
kelas filsafat dan mempunyai
beberapa barang di depan mejanya.

Saat kelas dimulai, tanpa
mengucapkan sepatah kata, dia
mengambil sebuah toples mayones
kosong yang besar dan mulai mengisi
dengan bola-bola golf.

Kemudian dia berkata pada para
muridnya, apakah toples itu sudah
penuh? Mahasiswa menyetujuinya.

Kemudian professor mengambil sekotak
batu koral dan menuangkannya ke
dalam toples. Dia mengguncang dengan
ringan. Batu-batu koral masuk,
mengisi tempat yang kosong di antara
bola-bola golf.

Kemudian dia bertanya pada para
muridnya, Apakah toples itu sudah
penuh? Mereka setuju bahwa toples
itu sudah penuh.

Selanjutnya profesor mengambil
sekotak pasir dan menebarkan ke
dalam toples...

Tentu saja pasir itu menutup segala
sesuatunya. Profesor sekali lagi
bertanya apakah toples sudah penuh?

Para murid dengan suara bulat
berkata, "Yaa!"

Profesor kemudian menyeduh dua
cangkir kopi dari bawah meja dan
menuangkan isinya ke dalam toples,
dan secara efektif mengisi ruangan
kosong di antara pasir.

Para murid tertawa...

"Sekarang," kata profesor ketika
suara tawa mereda, "Saya ingin
kalian memahami bahwa toples ini
mewakili kehidupanmu.
"

"Bola-bola golf adalah hal-hal yang
penting - Tuhan, keluarga, anak-anak,
kesehatan, teman dan para
sahabat. Jika segala sesuatu hilang
dan hanya tinggal mereka, maka
hidupmu masih tetap penuh.
"

"Batu-batu koral adalah segala hal
lain, seperti pekerjaanmu, rumah
dan mobil.
"

"Pasir adalah hal-hal yang lainnya
- hal-hal yg sepele.
"

"Jika kalian pertama kali memasukkan
pasir ke dalam toples,
"  lanjut
profesor, "Maka tidak akan tersisa
ruangan untuk batu koral ataupun
untuk bola-bola golf. Hal yang sama
akan terjadi dalam hidupmu
."

"Jika kalian menghabiskan energi
untuk hal-hal sepele, kalian tidak
akan mempunyai ruang untuk hal-hal
yang penting buat kalian
"

"Jadi..."

"Berilah perhatian untuk hal-hal
yang kritis untuk kebahagiaanmu.
Bermainlah dengan anak-anakmu.
Luangkan waktu untuk check up
kesehatan.


Ajak pasanganmu untuk keluar makan
malam. Akan selalu ada waktu untuk
membersihkan rumah, dan memperbaiki
mobil atau perabotan.
"

"Berikan perhatian terlebih dahulu
kepada bola-bola golf - Hal-hal
yang benar-benar penting. Atur
prioritasmu. Baru yang terakhir,
urus pasir-nya
."

Salah satu murid mengangkat tangan
dan bertanya, "Kalau Kopi yg
dituangkan tadi mewakili apa?"

Profesor tersenyum, "Saya senang
kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan
kepada kalian, sekalipun hidupmu
tampak sudah begitu penuh, tetap
selalu tersedia tempat untuk
secangkir kopi bersama sahabat"
:-)
 
-Asian Brain Community-
Memaknai Arti Kehilangan

Ada seorang perempuan yang merasa sangat
kehilangan saat ditinggal mati suami yang
sangat dicintainya.

Demikian besar rasa cintanya, sehingga ia
memutuskan untuk mengawetkan mayat
suaminya dan meletakkannya di dalam kamar.

Setiap hari, dia menangisi suaminya yang telah
menemaninya bertahun-tahun. Wanita itu
merasa dengan kematian suaminya, maka tidak
ada lagi makna dari hidup yang dijalaninya.

Cerita tentang wanita itu terdengar oleh seorang
pria bijak yang juga terkenal memiliki kesaktian
yang tinggi. Didatanginya wanita tersebut, dan
dia mengatakan bisa menghidupkan kembali
suaminya. Dengan syarat dia meminta
disediakan beberapa bumbu dapur yang mana
hampir setiap rumah memilikinya.

Namun, ada syarat lain, bumbu dapur tersebut
harus diminta dari rumah yang anggota keluarganya
belum pernah ada yang meninggal dunia sama
sekali.

Mendengar hal itu, muncul semangat di hati
sang wanita tersebut. Dia berkeliling ke semua
tetangga dan berbagai penjuru tempat. Setiap
rumah memiliki bumbu dapur yang diminta oleh
si orang bijak, tapi setiap rumah mengaku
pernah mengalami musibah ditinggal mati oleh
kerabatnya. Entah itu orang tua, suami, nenek,
kakek, adik, bahkan ada yang anaknya sudah
meninggal.

Waktu berjalan dan tidak ada satu pun rumah
yang didatanginya bisa memenuhi syarat yang
dibutuhkan.

Hal ini menjadikan wanita tersebut sadar, bahwa
bukan hanya dirinya yang ditinggal mati oleh
orang yang disayanginya.

Akhirnya, dia kembali mendatangi si orang
bijak dan menyatakan pasrah akan kematian
suaminya. Hingga kemudian dia menguburkan
mayat suaminya, dan menyadari bahwa semua
orang pasti pernah mengalami masalah
sebagaimana yang dihadapinya.

Pesan dari kisah di atas adalah, jangan pernah
menganggap bahwa masalah yang ada pada
kita merupakan masalah yang paling besar
,
sehingga kita mengorbankan waktu hanya untuk
terus meratapi musibah tersebut.

Yakinlah, bahwa semua orang di dunia ini
pernah mengalami musibah,  apapun bentuknya.
Yang membedakan adalah bagaimana
seseorang menghadapi dan menyikapi
masalah yang ada pada dirinya.
:-)
 
-Asian Brain Community-

Minggu, 01 Januari 2012

Bicara Fakta

CINTA itu ada, tapi nggak bisa terbaca oleh kata (sebenernya). orang-orang yang bicara CINTA, cuma bicara fatamorgana yang nggak berfakta. mereka tertipu dengan wangi cinta yang cuma bisa dicium sesaat, kaya kentut aja (bau sebentar, terus ilang). pernah makan es kaget? apa rasanya? rasanya tuh manis di permukaan, tapi saat lo mulai mendorong sedotan ke arah yang lebih dalam, rasanya pedes. ternyata ada sambal di dalamnya, walaupun luarnya tuh pink sirup manis yang menggiurkan bikin ngiler.
"Aku cinta kamu, selamanya akanku simpan cinta ini sampai aku mati, bla bla bla..." mpret. coba liat nanti, saat salah satu pasangannya mati, pasti langsung dapet yang baru. terus, mana janji cinta yang pernah terucap? hilang tuh kayaknya, kaya kentut yang saat dikeluarkan yaaa nggak pernah disesali dan dibiarkan berlalu.
orang bilang cinta itu indah, tapi saat hati disakiti mana bagian indahnya? saat galau melanda, mana bagian indahnya? saat melihatnya selingkuh, mana kata setia yang terbingkai indah dalam kata cinta?
saat hati berbunga-bunga, kalian udah bangga dan mendefinisikan itu adalah cinta. tapi lihat dulu itu bunga apa? kalau bunganya bunga bangkai apa itu cinta?
realistis aja deh, coba kita flashback.
lo inget lagi deh mantan-mantan lo siapa aja. gimana akhir perjalanan cinta kalian? manis? pahit kan (kan udah putuss). terus ingat lagi deh janji-janji dulu. terbukti nggak? nggak kan?
cinta emang menimbulkan impuls positif, kita jadi semangat belajar, semangat kerja, hidup jadi berwarna dan bla bla bla.
tapi indeks negatifnya jauuuh lebih pengaruh buat kita. jadi galau, sakit hati, hidup serasa berhenti, dan akhirnya bunuh diri.

hallo? hidup kita bisa berwarna cerah kok tanpa harus pacaran. nggak akan ngerasa galau, nggak akan ngerasa patah hati saat dia berkhianat, yah have fun aja.
percaya deh, nggak ada cowo yang mencintai kita dengan segala kekurangan kita. mereka ada maunya girls. dan pada saatnya nanti, KITA yang rugi.

Senin, 07 November 2011

senangkah aku?


Hari ini adalah Hari Raya Idul Adha.
dan aku termasuk salah satu panitia kurban di sekolahku.
aku senang karena Mr. J (orang yang tanpa alasan membuatku suka padanya) juga menjadi panitia kurban.
aku menjadi panitia pemotongan, sedangkan dia panitia peralatan.
sesuai instruksi ketua panitia, aku tiba di sekolah pukul 08.10 WIB. di sana sudah banyak panitia yang datang. kulihat ruang kelas yang kami pakai penuh dengan baju-baju. saatku tanya ketua, ternyata ada beberapa dari mereka yang menginap di sekolah, dan Mr. J juga. Aku senang karena bisa melihatnya. saatku membereskan pakaian mereka yang berserakan di mana-mana, kutemukan jaket hijau yang kutahu itu miliknya. aku mengetahuinya karena rasa itu mulai bergemuruh di jantungku saat dia memakai jaket itu saat pengambilan raport bayangan. sungguh teman, aku tidak menghendaki rasa ini bersarang di jantungku. aku dan dia tidak pernah berinteraksi yang kemungkinan akan menumbuhkan bibit cinta. tidak sekalipun. perlu diketahui, dia bukanlah orang biasa yang diacuhkan orang, dia mempunya kharisma yang membuat banyak wanita suka padanya. dan itu yang membuatku harus mundur, aku tidak mungkin menang lawan wanita-wanita itu, Mr. J juga tidak akan memilihku.
Setelah itu aku mendengar salah satu panitia sebut saja S, dia meminta Mr. J untuk menemaninya membeli perlengkapan yang kurang. Perih melanda jantungku. Kenapa harus dengan Mr. J? yan gmembawa motor bukan hanya dia, kenapa harus seseorang yang bisa membuatku cemburu jika dia bersama yang lain yang dipilih? Mereka berdua pun pergi entah kemana.
Beberapa saat kemudian mereka kembali. Aku senang karena bisa melihatnya dan tak jarang juga dia melihatku.
Walaupun ada rasa-rasa pahit itu tapi aku senang karena bisa bersama dengan Mr. J sepanjang hari ini.
Temanku, Arfan. Dia minta diambilkan baskom untuk keperluan memasak nasi. Aku pun memintanya pada Mr. J. “Ada baskom nggak?” tanyaku dengan jawaban pasti yaitu ada, karena memang ada baskom di ruang kelas yang kami pakai. “Berapa?” “Tiga.” Dia mencatat sesuatu. “Atas nama siapa nih?” “Ahh aku nggak tahu,” aku mulai gugup. “Umi ya?” aku merasa wangi buah semerbak di ruang kelas itu, dia menyebut namaku teman. “Hmm, bukan aku tapi Arfan.” “Ohh yaudah Arfan”. Aku senang karena bisa bicara dengannya.
Coordinator pemotongan, sebut saja A. dia ke ruang kelas untuk mencari baskom untuk wadah minum sapi. “Yang agak besar nggak ada, adanya kecil. Kayaknya **** (Mr. J) tahu deh, baskomnya putih ada hijaunya.” “Udahlah nggak apa-apa ini aja.” Kata A. dia pun pergi mengisi baskom. “Aku cariin baskom yang lebih gede lagi yah di kantin.” Aku menawarkan bantuan. “Yaudah makasih,” “Iya.” Kulihat ada baskom yang berisi beras dalam karung. “Aku pinjem baskomnya buat wadah minum sapi yah,” tanyaku pada coordinator masak. “Jangan, itu buat nasi nanti,” “Ohh yaudah makasih.”. “Baskomnya nggak ada di kantin,” kataku pada A. “Ehh itu tuhh ada ember kecil di pojok halaman belakang.” “Oke aku ambil yah,” “Iya terus isi airnya juga yah hehe.” “Iya.” Saatku ingin mengisi air, ternyata sudah ada Mr. J yang sedang mengisi air dengan baskom yang tadi tidak boleh aku pinjam. “Tadi aku pinjem nggak boleh, tapi **** (Mr. J) pinjem aja boleh.” Kataku pada coordinator masak. “Tadi aku nggak begitu paham kamu mau ngapain pake baskom.” Yasudahlah itu juga sudah berlalu. Aku melihat dengan awas Mr. J mendekatkan ember berisi air kepada sapi itu. Hahaha, lucu sekali.
Penyembelihan hewan dimulai. Dengan sedikit rasa iba aku melihat satu persatu leher sapi dan kambing yang baru saja aku beri minum mulai digorok lehernya. Kulihat di sampingku ada Mr. J. bahagia hati ini teman. Dengan pakaian muslim berwarna hitam dengan corak merah dan celana jeans hitam, dia tampak berkharisma.
teman, harusnya sekarang aku masih tersenyum-senyum mengingat kejadian tadi siang saat aku dan dia memotong daging bersama. aku yang memegang dagingnya dia yang memotong. walaupun dia bukan panitia pemotongan, dia tetap membantu kami (panitia pemotongan) karena dia juga tidak ada kerjaan selain itu juga karena memburu waktu. tapi kini ada rasa pedih di ulu hatiku. jadi saat kami memotong daging bersama, aku melihat dia memakai jam. aku ingin bilang "jamnya dilepas aja, nanti kena daging jadi bau lho." tapi aku urungkan. lagipula kami memotong dagingnya hanya sebentar. beberapa saat kemudian aku mendapati jam tangannya berada di pergelangan tangan temanku, sebutlah F. F adalah teman SMPku, dia juga temannya Mr. J tapi tidak tahu teman di mana. pada saat pengumuman seleksi masuk SMA ini, dia pernah menyebut nama Mr. J untuk dicarikan di daftar siswa yang lolos seleksi. mereka memang sudah kenal lama sepertinya. rasanya seperti pisau besar yang tajam yang tadi aku gunakan untuk memotong daging itu menyayat jantung ini dalam-dalam. perih sekali teman. aku juga ingat betul saat sebelum pemotongan, aku meminta baskom padanya, karena dia kan panitia peralatan. aku bilang "Eeeeeee, minta itu dooong......" tak terlanjutkan karena aku gugup sekali, jantung ini tak mau kompromi saat itu. "Apa hayo apa?" tampak meledek sepertinya. "Eeeeee... itu anu..." aku masih tergagap-gagap. "Ohh, baskom." aku mulai mengendalikan diri. bayangkan bagaimana "Cengok"nya wajahku saat itu. kalian tahu latar adegan tersebut terjadi? di ruang kelas, tepatnya di pintu yang hanya salah satunya terbuka. jarak kami berdua tidak jauh. aku melihat matanya yang terhalang kacamata. aku melihat senyumnya saat ia meledek "Apa? hayo apa?". berkali-kali juga kami bertemu di ruang kelas, di tempat pemotongan, di kantin, astagfirullah itu membuatku ingin selalu bersamanya. teman, tapi saat aku menulis ini bukan senang yang kurasakan. begitu pedih dengan ditemani lagu "Ijinkan Aku Menyayangimu" dari Iwan Fals.
Setelah lelah bekerja, kami istirahat. Tapi karena panitia pembagian sedang makan siang, jadi aku menggantikannya. Dengan sigap kami melayani pemilik kupon yang ingin menukarkan kuponnya dengan daging. Ada guru yang juga ingin menukarkan kupon milik tetangganya, aku melayani dia duluan. Kemudian Mr. J. menyentuh pundakku dan berkata “mereka dulu yang dilayanin, kasihan sudah lama nunggu, guru nanti aja.” “Ohh maaf-maaf, iya.”
Setelah pembagian, aku mencari Mr. J kesana kemari tapi tak juga ada. Setelah mulai pasrah, aku bertanya pada temanku sebutlah T, dia adalah coordinator keamanan. “T, lihat **** (Mr. J) nggak?” “Ohh itu dia ada di gerbang depan.” “Ngapain?” “Di suruh jaga keamanan sama ketua panitia.” “Emang panitia keamanan mana?” “Lagi pada makan.” “Ohh.” “Ehh itu dia, cieee.” “Ahh diem ahh kamu..” Mr. J berlalu begitu saja ke halaman belakang. Haha, tapi aku tetap senang karena sudah melihat dia yang dari tadi tak kutemukan bayangan kharismanya.
Aku lelah sekali teman, aku ke ruang kelas untuk merebahkan badan. Kulihat Mr. J sedang merebahkan badan di atas meja. Yasudahlah mungkin dia juga lelah. Tak lama kemudian aku melihat temanku F bangun dari meja yang berada di samping Mr. J. berarti selama ini mereka merebahkan badan di meja yang bersebelahan. Sakit itu kembali lagi teman. Mereka sangat dekat teman. Dan siapa aku? Aku bukan siapa-siapa. Sungguh aku ingin membuang rasa cinta yang menyakitkan ini. Tapi apa daya ku melawan kehendak allah swt.
Aku mencoba merebahkan diri untuk sedikit relaks, datang panitia yang lain “Yang belum ngambil daging, ngambil dulu sana.” Aku pun terbangun mendengar teriakan dia. Saatku beranjak ke pos pembagian daging, aku berpapasan dengan dia yang sudah mengambil daging duluan.
Tiba saat evaluasi kegiatan. Dia duduk di ujung belakang, aku hanya bisa melihatnya dengan malu-malu. Setelah evaluasi, aku berharap bisa bertemu dengannya di parkiran. Ahh ternyata dia tidak langsung pulang, dia main bola dulu dengan teman-temannya. Dia pun membuka jaket hijaunya, dan kembali aku melihat dia memakai baju muslim hitan dengan corak merah yang itu sangat keren teman. Aku tak mau menunggu lama untuk segera ke parkiran karena lelah sekali rasanya.
Hari ini, aku bingung ingin senang atau sedih. Apa aku senang? Tidak. Apa aku sedih? Tidak juga. Aku berharap besok aku bisa melihatnya dan semakin dekat dengannya atau tidak sama sekali dengan rasa cinta ini yang musnah.

Jumat, 04 November 2011

Di sini

Sabtu, 22 Oktober 2011.
ku kira di sana, ternyata di sini.
awalnya ku tak tahu pusatnya.
ohh dari ufuk sana.
cowok berkaca mata berjaket daun warna.
di balik punggungku.
deg.
kenapa terasa gemuruh di sini? bukan di sana?
ada apa? mengapa?
seorang istimewa juga merasakan ini padanya.
tak mungkin menyakiti seorang istimewa itu demi seorang yang baru menjadi istimewa.
tutupi. kubur.
dia lebih butuh cowok berkaca mata berjaket daun warna itu daripada aku.
tapi tak bisa ditepis bahwa aku bergejolak, bergemuruh, bergemetar.
sekali lagi. itu di sini, bukan di sana.
.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Because I`m weary

An old story about a dream is knocking my heart
Something too far away that I cannot reach
Because I'm weary, cause I'm weary
Because I'm weary, cause I'm weary

Among the world's high walled
I plug my ears and sing a song from my childhood
Remember about the woods that has neither start nor end
I reassured my heart that was wandering in the woods
Because I'm weary, cause I'm weary

The shaking day comes and unexpected sound makes my heart throb
The throb can't be forgotten even I frown my face
Because I love you, cause I love you
Because I love you, cause I love you

The winds touches the heart
Never forget about the things that covering my eyes
My mind is wandering and feel anguish
My breath is gasping and I wipe the sweat
Because I love you, cause I love you

Among the world's high walled
I plug my ears and sing a song from my childhood
Remember about the woods that has neither start nor end
I reassured my heart that was wandering in the woods
Because I'm weary, cause I'm weary
Because I'm weary, cause I'm weary