Minggu, 01 Januari 2012

Bicara Fakta

CINTA itu ada, tapi nggak bisa terbaca oleh kata (sebenernya). orang-orang yang bicara CINTA, cuma bicara fatamorgana yang nggak berfakta. mereka tertipu dengan wangi cinta yang cuma bisa dicium sesaat, kaya kentut aja (bau sebentar, terus ilang). pernah makan es kaget? apa rasanya? rasanya tuh manis di permukaan, tapi saat lo mulai mendorong sedotan ke arah yang lebih dalam, rasanya pedes. ternyata ada sambal di dalamnya, walaupun luarnya tuh pink sirup manis yang menggiurkan bikin ngiler.
"Aku cinta kamu, selamanya akanku simpan cinta ini sampai aku mati, bla bla bla..." mpret. coba liat nanti, saat salah satu pasangannya mati, pasti langsung dapet yang baru. terus, mana janji cinta yang pernah terucap? hilang tuh kayaknya, kaya kentut yang saat dikeluarkan yaaa nggak pernah disesali dan dibiarkan berlalu.
orang bilang cinta itu indah, tapi saat hati disakiti mana bagian indahnya? saat galau melanda, mana bagian indahnya? saat melihatnya selingkuh, mana kata setia yang terbingkai indah dalam kata cinta?
saat hati berbunga-bunga, kalian udah bangga dan mendefinisikan itu adalah cinta. tapi lihat dulu itu bunga apa? kalau bunganya bunga bangkai apa itu cinta?
realistis aja deh, coba kita flashback.
lo inget lagi deh mantan-mantan lo siapa aja. gimana akhir perjalanan cinta kalian? manis? pahit kan (kan udah putuss). terus ingat lagi deh janji-janji dulu. terbukti nggak? nggak kan?
cinta emang menimbulkan impuls positif, kita jadi semangat belajar, semangat kerja, hidup jadi berwarna dan bla bla bla.
tapi indeks negatifnya jauuuh lebih pengaruh buat kita. jadi galau, sakit hati, hidup serasa berhenti, dan akhirnya bunuh diri.

hallo? hidup kita bisa berwarna cerah kok tanpa harus pacaran. nggak akan ngerasa galau, nggak akan ngerasa patah hati saat dia berkhianat, yah have fun aja.
percaya deh, nggak ada cowo yang mencintai kita dengan segala kekurangan kita. mereka ada maunya girls. dan pada saatnya nanti, KITA yang rugi.